Kemenangan 5-0 Norwegia atas Israel di kualifikasi Piala Dunia merupakan kemenangan keenam mereka dalam siklus ini dan kesembilan berturut-turut, rekor kemenangan terpanjang mereka di kancah internasional.
Israel tampil dominan sejak awal pertandingan dengan pertahanan lima pemain, meskipun hanya butuh dua menit bagi Erling Haaland untuk melepaskan tembakan pertama ke gawang.
Dalam keributan berikutnya, tuan rumah mendapat hadiah penalti yang kontroversial setelah Patrick Berg dijatuhkan. Tendangan penalti Haaland berhasil ditepis rendah ke arah kanan oleh kiper Israel, Daniel Peretz, tetapi harus diulang karena pelanggaran. Kali ini Peretz menerapkan taktik mind-playing dan menukik ke kiri untuk kembali menyelamatkan gawang dari Haaland yang jelas-jelas kesal.
Tim tamu baru mendapatkan peluang 10 menit kemudian, dengan tendangan Anan Khalaili yang jauh melenceng dari sasaran. Tembakan kedua pemain yang sama bahkan kurang akurat, meskipun Israel menguasai bola dengan baik, terutama dengan Manor Solomon yang sangat menonjol.
Pada menit ke-18, umpan silang melayang dari Alexander Sorloth yang ditujukan kepada Antonio Nusa justru mengenai bahu Khalaili saat ia berbalik, dan bola melesat melewatinya dan masuk ke gawang.
Dua penyelamatan gemilang dari kiper Norwegia, Orjan Nyland, berhasil menahan Israel, dan pada serangan berikutnya, lari cepat Haaland dan penyelesaiannya dengan mistar geser membuat kedua tim unggul.
Semenit kemudian, upaya Peretz untuk menghalau bola justru membentur pemainnya sendiri, Idan Nachmias, dan masuk ke gawang untuk gol kedua di laga tersebut. Dalam prosesnya, Nachmias cedera dan langsung dipaksa keluar lapangan.
Sisa babak pertama berlalu tanpa insiden, dengan tuan rumah terus mendominasi.
Nusa menyia-nyiakan peluang pertama di babak kedua seiring berlanjutnya pola tersebut, dengan Norwegia yang lebih kreatif dan lebih fokus dalam penguasaan bola. Terlepas dari beberapa serangan sporadis di lini depan, Israel tampak bertekad untuk memastikan tidak ada gol lagi yang tercipta.
Meskipun Solomon dan Dan Biton berusaha sekuat tenaga untuk menekan Norwegia, kurangnya dukungan membuat serangan Israel terus-menerus dipatahkan.
Tepat setelah satu jam, harapan untuk bangkit pupus ketika Nusa memberikan umpan kepada Haaland untuk menyundul bola dengan keras untuk gol ke-50-nya bagi negaranya.
Nusa terus menyiksa tim tamu, dan umpan silang melengkungnya di tiang jauh terlalu menggoda bagi Haaland, yang tak menyia-nyiakan peluang dengan sundulan ke bawah untuk hat-trick dan gol kelima Norwegia.
Dengan kemenangan yang diraih jauh sebelum peluit akhir, tuan rumah bisa mengendurkan tempo. Kekalahan ini membuat Israel tetap berada di luar dua besar Grup I dan akan semakin sulit lolos ke Piala Dunia pertama mereka sejak 1970.