Tujuh menit emas memungkinkan Midtjylland mempertahankan rekor sempurna melawan Celtic yang malang

Tiga gol dalam tujuh menit membuka jalan bagi FC Midtjylland untuk mencatat kemenangan keempat beruntun mereka di Liga Europa melalui kemenangan kandang 3-1 atas Celtic, sekaligus mempertahankan posisi puncak mereka di Liga Europa.

Mudah dipahami mengapa Midtjylland menjadi salah satu dari hanya tiga tim yang rekor 100% mereka di UEL musim ini masih utuh, karena mereka bermain dengan penuh percaya diri sepanjang babak pertama yang dominan.

Meskipun demikian, Benjamin Nygren memiliki peluang bagus di awal pertandingan bagi Celtic ketika tendangannya dari tepi kotak penalti membentur mistar gawang. Momen gemilang ini menjadi momen langka bagi The Hoops, karena tim serigala Denmark tersebut melancarkan serangan mematikan selama tujuh menit yang hampir menentukan kemenangan sebelum turun minum.

Setelah tendangan voli pertamanya dari jarak 30 yard berhasil diselamatkan dengan gemilang oleh Kasper Schmeichel, Denmark unggul beberapa saat kemudian ketika umpan cungkil Mikel Gogorza dari garis gawang menemukan Martin Erlic yang tak terkawal di tiang jauh, dengan sang striker menyundul bola ke gawang yang tak terkawal dari jarak dekat.

Kedudukan menjadi 2-0 hanya dua menit kemudian ketika Gogorza melewati dua tackler dan melepaskan tendangan kaki kanannya dari dalam kotak penalti yang melengkung ke sudut kanan gawang, sebelum Franculino Dju menutup babak pertama yang nyaris sempurna ketika tendangannya yang melengkung berhasil melewati banyak pemain lawan untuk mencetak gol ke-13nya dalam musim yang impresif.

Meskipun klub sebesar Celtic tidak akan pernah menyerah dan menerima kekalahan, babak kedua memang menjadi ajang untuk membatasi kerusakan bagi juara bertahan Skotlandia tersebut.

Meskipun kembalinya Martin O’Neill yang ikonik ke bangku cadangan Celtic telah menghasilkan kemenangan atas Falkirk dan, yang lebih penting, Rangers Minggu lalu, ini merupakan ujian yang sama sekali berbeda karena mereka tampak jauh dari level yang dibutuhkan. Tim tuan rumah memiliki peluang untuk memperlebar keunggulan mereka dengan tendangan Denil Castillo yang melebar tipis di tiang kiri, sementara Júnior Brumado dan Valdemar Byskov memaksa Schmeichel melakukan penyelamatan.

Tim tamu memberi suporter tandang mereka alasan untuk bersorak ketika pemain pengganti Reo Hatate mencetak gol dari titik penalti. Namun, gol itu tidak lebih dari sekadar hiburan karena rekor tanpa kemenangan Celtic di laga tandang Eropa kini telah mencapai 15 pertandingan.

Namun, cerita yang sama sekali berbeda bagi Midtjylland, karena mereka tetap tak terkalahkan di Eropa musim ini, dengan keempat kemenangan mereka diiringi dengan clean sheet, dan mereka dengan bangga berada di puncak klasemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *