
Drama Derby Rotterdam, Brace Shaqueel van Persie Sia-sia di Tangan Sparta
ROTTERDAM – Stadion De Kuip menjadi saksi bisu salah satu laga paling dramatis dalam sejarah Derby Rotterdam. Sparta Rotterdam berhasil menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan tuan rumah Feyenoord lewat skor tipis 4-3, sekaligus memutus rekor buruk mereka yang tidak pernah menang di kandang Feyenoord selama 26 tahun terakhir.
Laga ini terasa jauh lebih emosional karena bintang muda Feyenoord, Shaqueel van Persie, tampil luar biasa di bawah arahan ayahnya sendiri, Robin van Persie, yang duduk di kursi pelatih. Namun, kegemilangan sang putra harus berakhir tragis akibat gol penentu di detik-detik terakhir pertandingan.
Panggung Shaqueel van Persie Shaqueel sempat menjadi pahlawan bagi pendukung tuan rumah setelah mencetak dua gol sensasional yang membangkitkan semangat tim. Gol pertamanya menunjukkan teknik kelas tinggi yang mengingatkan publik pada kehebatan ayahnya, sementara gol keduanya sempat membawa Feyenoord menyamakan kedudukan dan menghidupkan asa kemenangan.
Namun, lini pertahanan Feyenoord yang rapuh gagal membendung gelombang serangan balik Sparta yang sangat efektif sepanjang pertandingan.
Gol Menit ke-94 yang Menghancurkan Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Sparta Rotterdam memberikan pukulan mematikan. Pada menit ke-94, sebuah skema serangan cepat berhasil menembus kotak penalti Feyenoord dan menghasilkan gol penentu yang mengunci skor menjadi 4-3.
Gol tersebut tidak hanya membawa tiga poin bagi Sparta, tetapi juga meruntuhkan dominasi Feyenoord di kandang sendiri yang sudah terjaga selama lebih dari seperempat abad setiap kali menjamu sang tetangga.
Kekecewaan di Kubu Van Persie Pasca pertandingan, Robin van Persie tampak terpukul dengan hasil tersebut. Meskipun bangga dengan performa individu putranya, ia tidak bisa menyembunyikan kekecewaan atas hilangnya konsentrasi tim di menit-menit krusial.
“Secara individu, Shaqueel menunjukkan performa yang luar biasa dengan dua gol itu. Namun, dalam sepak bola, hasil akhir tim adalah yang utama. Kebobolan di menit ke-94 dalam sebuah derby adalah hal yang sangat menyakitkan,” ujar sang legenda Belanda tersebut.
Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Sparta Rotterdam dan membuat mereka merangkak naik di klasemen Eredivisie. Sementara bagi Feyenoord, kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi Robin van Persie untuk memperbaiki mentalitas bertanding anak asuhnya dalam menghadapi tekanan tinggi.